Search in:

Kekayaan Yang Menghilang Tanpa Mementingkan Nilai Gizi Yang Ada

Ikan merupakan bahan pangan mudah rusak (perishable food) karena mengandung protein dan air cukup tinggi, oleh karena itu perlakuan yang benar pada ikan setelah ikan tertangkap sangat penting perannya. Pelakuan tersebut dapat dilakukan dengan penurunan suhu seperti pendinginan dan pembekuan untuk mencegah kemunduran mutu ikan.

Manfaat mengonsumsi ikan

Ikan merupakan sumber asam lemak tak jenuh, taurin dan asam lemak omega3, terutama untuk jenis ikan seperti tuna, tongkol, kembung, dan lemuru. Komponen tersebut telah terbukti dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah, oleh karena itu banyak orang berpendapatan untuk meningkatkan konsumsi protein harian (daily protein intake) terutama yang berasal dari ikan.

Kita sebagai penerus bangsa harus rajin mengkonsumsi ikan, karena ikan mengandung omega 3 yang baik untuk meningkatkan fungsi otak. Omega 3 terdapat pada salmon, trout, makarel, tuna, herring. Hal ini juga menjadi alasan mengapa wanita hamil lebih baik mengkonsumsi ikan pada masa kehamilannya karena  baik untuk perkembangan penglihatan dan saraf pada bayi ketika dalam kandungan serta mencegah serangan jantung ketika persalinan.

Kandungan terdapat pada ikan

Ikan merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan zat gizi yang tinggi. Kandungan gizi pada ikan adalah protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Ikan mudah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh beberapa hal antara lain kadar air yang cukup tinggi (70-80% dari berat daging) dan kandungan zat gizi pada ikan.

Kadungan air dan zat gizi yang cukup tinggi tersebut dapat menyebabkan mikroorganisme mudah tubuh dan berkembang biak. Aktivitas mikrobiologi dapat menyebabkan perubahan secara fisik dan kimia sehingga dapat menyebabkan kerusakan dan pembusukan pada ikan.

Berbagai jenis bakteri dapat menguraikan komponen gizi ikan menjadi senyewa-senyawa berbau busuk, selain itu mengandung protein dan asam lemak tidak jenuh ganda berantai panjang yang sangat mudah mengalami proses oksidasi/hidrolisis yang menghasilkan bau tengik.

Baca juga Kesegaran Ikan Pasca Panen

Dengan banyaknya jenis ikan di Indonesia yang melimpah ini, masih banyak ikan yang belum dimanfaatkan. Apalagi kesadaran mengkonsumsi ikan pada masyarakat masih rendah. Padahal ikan memiliki kandungan gizi yang baik sehingga mengkonsumsi ikan akan sangat baik bagi kesehatan.

Jadi, tidak ada lagi alasan untuk kita tak menjaga dan membudidayakan kekayaan yang ada serta mengkonsumsi ikan yang kaya akan protein, mineral dan omega 3. Dari hal kecil saja, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak terumbu karang atau tanaman air lainnya, menangkap ikan dengan memberinya obat kimia berbahaya (diracuni). Itu sudah sangat membantu berkurangnya pencemaran lautan.

Sebagai generasi milenial yang berakhlak baik sesuai ajaran islam, kita dapat memberi contoh yang baik dalam menjaga dan melindungi kekayaan alam yang kita miliki.

Safira dan Rifda Hanifa At-Tamami ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *