Search in:

Asoka, Edible Flower yang Kaya Manfaat

Siapa yang tidak mengenal bunga asoka? Bunga cantik dengan beberapa warna seperti merah, merah jambu (pink), oranye, dan putih ini banyak yang menanam di halaman rumah. Selama ini hanya ditanam karena keindagannya saja. Siapa yang menyangka kalau bunga dengan nama latin Saraca asoca ini termasuk dalam edible flower (bunga yang dapat dimakan) dengan berbagai manfaat untuk kesehatan?

Memakan Bunga Asoka

Beberapa waktu yang lalu, kediaman kami kehadiran seorang tamu dengan membawa serumpun bunga asoka. Tak lama setelahnya beliau meminta izin untuk memasak bunga cantik berwarna merah ini untuk digoreng setelah dicampur dengan tepung bumbu dan ditemani oleh sambal tomat yang lezat. Awalnya penulis tidak yakin dengan makanan tersebut, karena sangat asing. Bunga kok dimakan, emangnya Suzana? Begitu pikir penulis sebelum mencicipi. Tapi ternyata asoka goreng terasa enak, tidak pahit, dan terasa unik di lidah.

Berawal dari mencoba, akhirnya penulis mencari tahu tentang makanan yang terbuat dari bunga asoka. Ternyata dalam beberapa masakan di Thailand telah memakai bunga yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan Jungle Geranium ini.  Bila saat generasi ’90-an kecil dulu hanya mengkonsumsi nektar pada bunga ini, saat ini sudah ada yang mengkonsumsinya bersama dengan edible flower lain yang diolah menjadi salad bunga yang lezat.

Manfaat Kesehatan Bunga Asoka

Bunga asoka memiliki kemampuan dalam menangkal radikal bebas dengan uji DPPH (2 diphenyl-1-picrylhydrazyl), ABPS (2,2‐azinobis‐ (3‐ethylbenzthiazoline‐6‐sulfonic acid)), superoksida, dan hidroksil. Sehingga bisa dikatakan bahwa bunga ini memiliki manfaat sebagai antioksidan alami dari alam (Tresina, dkk, 2018). Mohan, dkk (2016) menyatakan bahwa kandungan Alkaloids, Flavonoids, Glycosides, Saponins, Phenols, Steroids, Tannins and Triterpenoids pada bunga mungil ini yang diperkirakan memberikan aktifitas penangkalan radikal bebas. Sementara Mishra dan Vijayakumar (2014) menyatakan bahwa konsumsi bunga asoka dapat memberikan aktifitas anti-hiperglikemia pada tikus diabetes. Setelah mengkonsumsi ekstrak bunga asoka selama 21 hari, enzim-enzim yang berfungsi sebagai antioksidan alami dalam tubuh tikus yang mengalami diabetes, terjadi peningkatan kembali ke kadar normal.

Sumber:

http://cookingwithmay.blogspot.com/2011/07/edible-flowers-in-thailand.html

Tresina P S, Paulpriya K, Sornalakshmi V, Mohan V R. 2018. Antioxidant Activity of Saraca asoca (Roxb.) Wilde Flower: An In Vitro Evaluation. International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Research 2018; 10(4); 139-145 doi: 10.25258/phyto.10.4.3

Mohan, Ch., Kistamma, S., Vani, P., and Narshimha Reddy, A. 2016. Int.J.Curr.Microbiol.App.Sci (2016) 5(3): 300-308 DOI: http://dx.doi.org/10.20546/ijcmas.2016.503.036

Mishra, S.B and Vijayakumar M. 2014. Anti-Hyperglycemic and Antioxidant Effect of Saraca asoca (Roxb. De Wilde) Flowers in Streptozotocin-Nicotinamide Induced Diabetic Rats: A Therapeutic Study. J Bioanal Biomed 2014, S12 DOI: 10.4172/1948-593X.S12-003

Fitri Komala Sari, M.Si Dosen Program Studi Ilmu Gizi ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *