Search in:

Andaliman, Perekat Batak-Sichuan

Masakan Indonesia terkenal khas dengan berbagai macam bumbu, bumbu yang sering terkenal adalah rempah-rempah. Primadona ini bahkan membuat Portugis dan negara Eropa lain tergiur untuk menjajah sebuah negri kecil nan jauh dari rumah mereka pada masa lalu. Akan tetapi, tidak dipungkiri memang bahwa rempah-rempah memiliki daya tarik selain sebagai perasa pada masakan juga sebagai bahan pembuat obat. Cengkeh dan Pala contohnya. Namun, artikel ini ingin membahas rempah lain dari Batak, Sumatra Utara yaitu Andaliman.

Andaliman ( Zanthoxylum acanthopodium), kadang orang mengenal juga dengan istilah merica Batak. Namun, rempah ini ternyata tidak hanya ditemukan di daerah Batak, Sichuan, China memiliki buah yang mirip dengan Andaliman ini, disebut Shicuan pepper.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa Andaliman dan Shicuan pepper merupakan satu species tanaman, tetapi ada juga yang kontra dengan hal tersebut. Yah setidaknya kita bisa menjawab bahwa mereka satu genus. Tanaman dari rempah Andaliman dapat diidentifikasi dari bentuk pohonnya yang kecil biasanya memiliki tinggi 3-5 m,  cabang atau batang mereka yang berduri, Buanya kecil dan memiliki satu biji hitam di dalam kulit buah. Daunnya hijau hingga hijau gelap dan mengkilat. Wijaya dan teman-teman dalam artikel mereka menyampaikan bawah genus Zanthoxylum memiliki 546 spesies di seluruh dunia, dan 250 spesies berada di Kawasan Asia dan Amerika Utara.

Manfaat Andaliman:

Kabarnya si Andaliman ini selain sebagai bumbu juga memiliki fungsi antimikroba, antioksidan dan antiinflamasi. Mistosnya Andaliman dahulu digunakan sebagai obat diare dan sakit perut, sakit gigi.

Kemudian, makanan seperti apa sih yang menggunakan buah Andaliman ini. Masakan Batak menggunakan rempah ini hamper di setiap masakan, rasanya ada yang kurang tanpa rempah satu ini.

Contoh masakan seperti Arsik Ikan Mas, Nainadar, Tombur serta Naniura. Naniura ini terkenal sebagai sashimi Batak karena menggunakan ikan mentah yang difermentasikan selama 24 jam menggunakan bumbu termasuk Andaliman. Rasa rempah ini adalah panas, terbakar, dan memiliki aropa yang kuat. Verietas Andaliman yang sering ditemukan di pasar adalah verietas Simanuk yang memiliki buah kecil, dan aroma tajam serta produksinya yang tinggi.

Rasa pedas yang dikeluarkan oleh Andaliman merupakan dari zat toksin hydroxy alpha sansool, jika digunakan pada saat Andaliman masih mentah akan memberikan sensasi seperti mengulum permen mentol, dengan dominasi rasa pedas.

Referensi :

Wijaya, Christofora Hanny, Florensia Irena Napitupulu, Vanessa Karnady, and Susi Indariani. “A review of the bioactivity and flavor properties of the exotic spice “andaliman”(Zanthoxylum acanthopodium DC.).” Food Reviews International 35, no. 1 (2019): 1-19.

Bhatt, Vinod, Neeraj Kumar, Upendra Sharma, and Bikram Singh. “Comprehensive metabolic profiling of Zanthoxylum armatum and Zanthoxylum acanthopodium leaves, bark, flowers and fruits using ultra high performance liquid chromatography.” Separation Science Plus 1, no. 5 (2018): 311-324.

Tempo. Antropologi Kuliner Indonesia. 2014

Hafidhotun Nabawwiyah, MPH ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *