Search in:

Rahasia Dibalik Tempe Gembus

Tempe yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia yaitu tempe dengan bahan dasar kacang kedelai. Selain berbahan dasar kedelai tempe juga dapat dibuat dari ampas tahu atau bubur kedelai yang sudah diperas dan diambil sarinya. Ampas tahu akan difermentasi dengan ragi yang biasa digunakan pada tempe berbahan dasar kedelai. Tempe jenis tersebut disebut dengan tempe gembus. Pemanfaatan limbah pembuatan tahu dapat mengurangi sampah rumah tangga sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Tempe gembus memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dengan tempe  pada umumnya. Masyarakat pada umumnya mengolah tempe gembus dengan di goreng atau di bacem sebagai salah satu tambahan lauk .Waluupun tempe gembus dibuat dari bahan dasar ampas tahu namun masih terdapat kandungan gizi didalamnya salah satunya yaitu serat. Berikut merupakan kandungan gizi tempe gembus

Kandungan Gizi Tempe Gembus Per 100 g

Jenis Zat GiziJumlah
Energi76
Protein (g)6,8
Lemak (g)0,7
Karbohidrat (g)10,6
Serat (g)5,3
Kalsium (mg)76
Fosfor  (mg)142
Zat besi (mg)16,5

Sumber : (Kemenkes, 2018)

Bukti Ilmiah

Tempe Gembus dapat Menurunkan Kolesterol

Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya tempe gembus dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antimikroba. Hasil penelitian oleh Afifah et al, (2020) menunjukkan bahwasanya konsumsi tempe gembus pada wanita dengan hyperlipidemia sebanyak 103 g/hari dan 206 g/hari menurunkan LDL-C 27,9% dan 30,9% serta menurunkan kolesterol total masing-masing 17,7% dan 19,8%. Tempe gembus yang diberikan 206 g/hari lebih efektif menurunkan kolesterol total dan LDL-C dibandingkan 103 g/hari. Tempe gembus yang diberikan 206 g/hari lebih efektif menurunkan kolesterol total dan LDL-C dibandingkan 103 g/hari. Mekanisme penurunan kadar kolesterol darah dipengaruhi oleh adanya serat pangan dalam tempe gembus. Serat pangan dapat mengikat asam empedu yang meningkatkan ekskresi atau pengeluaran kolesterol, menyebabkan hati menggunakan kolesterol untuk membuat asam empedu baru. Selain itu, bakteri dari produksi serat yang difermentasi di usus besar menghambat sintesis atau pembuatan kolesterol di hati. Serat makanan yang difermentasi diubah oleh bakteri usus menjadi asam lemak rantai pendek yang dapat menurunkan kolesterol darah. Salah satu hal yang penting untuk mempertahankan nilai normal kadar kolesterol yaitu memperhatikan cara pengolahan. Tempe gembus sebaiknya tidak diolah dengan digoreng namun sebaiknya dipanggang, dikukus atau dibuat tepung tempe gembus dan dicampurkan dalam beberapa produk olahan seperti kue kering dan kue basah.

Gambar Tempe Gembus

Cokies Tempe Gembus Sebagai Camilan Sehat Untuk Penderita Diabetes

Selain diolah denga sederhana seperti di panggang dan dikukus tempe gembus dapat diolah dengan cara dibuat tepung. Tepung tempe gembus dapat dijadikan sebagai campuran bahan pembuat cookies. Cookies tempe gembus dapat dijadikan sebagai salah satu alternatinf camilan sehat pada penderita diabetes. Cookies tempe gembus dapat menghasilkan indeks glikemik yang rendah yang dapat membantu memnstabilkan kadar gula darah. Berdasarkan hasil penelitian manulang et al, (2020) pembuatan cokies dengan substitusi tepung tempe gembus 50 % menghasilkan indeks glikemik rendah yaitu 47 dan beban glikemik 6,90. Indeks glikemik merupakan cara untuk memberikan gambaran hubungan antara karbohidrat dalam makanan dengan respon kadar glukosa darah. GI diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu GI rendah (<55), GI sedang (55-75), dan GI tinggi (>70). Makanan yang memiliki GI rendah dapat mengoptimalkan kontrol glikemik pada penderita diabetes dengan memperlambat penyerapan karbohidrat.

Indahtul Mufidah

DAFTAR PUSTAKA

Afifah, D. N., Nabilah, N., Supraba, G. T., Pratiwi, S. N., Nuryanto, & Sulchan, M. (2018). The Effects of Tempeh Gembus, an Indonesian Fermented Food, on Lipid Profiles in Women with Hyperlipidemia. Current Nutrition & Food Science, 16(1), 56–64.

Kemenkes. (2018). Table Komposisi Bahan Pangan Indonesia. Jakarta.

Manullang, V. A., Rahadiyanti, A., Pratiwi, S. N., & Afifah, D. N. (2020). Glycemic index, starch, and protein digestibility in tempeh gembus cookies. Journal of Food Quality, 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *