Search in:

Praktikum Uji Sensori Prodi Ilmu Gizi Unida Gontor

Rabu,10 Agustus 2022 mahasiswa ilmu gizi telah melakukan uji sensori di Laboratorium Terpadu Fakultas Ilmu Kesehatan. Sebelumnya apa sih yang dimaksud dengan uji sensori? kita bahas dibawah ini yaa.

Uji Sensori atau dikenal juga dengan uji organoleptik merupakan salah satu pengujian mutu pangan dengan menggunakan alat bantu indera manusia. Penerimaan konsumen terhadap suatu produk dinilai dengan mutu awal yang dapat tertangkap secara inderawi, seperti tekstur, warna, rasa, aroma, dan kerenyahan. Untuk mendapatkan hasil uji yang akurat, maka perlu adanya pelatihan bagi calon panelis (pencicip) yang akan menilai mutu dari berbagai makanan.

Salah satu cara melatih mahasiswa agar memahami bagaimana cara melakukan uji sensori, maka Prodi Ilmu Gizi Unida Gontor melaksanakan praktikum uji sensori di Laboratorium Sensori yang terintegrasi dalam Laboratorium Terpadu Fakultas Ilmu Kesehatan. Praktikum ini merupakan salah satu acara praktikum yang wajib dilakukan oleh mahasiswa dalam mata kuliah Ilmu Teknologi Pangan. Masing-masing mahasiswa akan dilatih untuk menjadi panelis dan penyaji dalam uji sensori.

Praktikum ini terdiri dari dua jenis uji sensori, yaitu uji afektif (penerimaan) dan uji pembeda. Pada uji penerimaan, mahasiswa melakukan uji hedonik dengan sampel minuman herbal. Panelis diberikan 3 sampel untuk dinilai kesukaannya terhadap sampel produk yang disajikan. Sementara uji pembeda yang dilakukan oleh mahasiswa adalah uji segitiga dengan sampel berupa yoghurt. Pada uji ini, panelis diminta untuk memilih salah satu sampel yang berbeda dari tiga sampel yang disajikan.

Laboratorium Sensoris yang dipergunakan dalam praktikum uji sensoris Prodi Ilmu Gizi Unida Gontor telah memenuhi syarat. Pada laboratorium ini tersedia 9 buah bilik sensori yang nyaman, bebas bau, tidak bising, dan permukaan yang mudah dibersihkan. Selain itu juga ada pengaturan lampu sehingga bisa menghindari bias ketika menguji produk tertentu yang memungkinkan timbulnya bias warna.

Tujuan uji organoleptik adalah untuk :

1. Pengawasan mutu terhadap bahan mentah, produk, dan komoditas

2. Pengembangan produk dan perluasan pasar

3. Perbaikan produk

4. Membandingkan produk sendiri dengan produk pesaing

5. Evaluasi penggunaan bahan, formulasi, dan peralatan baru.

(Fitri Komala Sari, Dosen Ilmu Gizi Universitas Darussalam Gontor ed NH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *