Search in:

Potensi Tape Ketan Hitam Sebagai Snack Anti Kolesterol

Tape ketan hitam merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia dengan bahan baku ketan hitam yang difermentasi.  Proses pembuatan tape ketan hitam dimulai dengan melakukan pemasakan ketan hitam setengah matang kemudian dicampur dengan ragi kemudian dibungkus dengan daun pisang dan proses selanjutnya didiamkan sekitar 4 hari.

Hasil fermentasi  menimbulkan rasa manis sedikit asam dari tape ketan hitam. Perubahan tersebut disebabkan oleh pemecahan karbohidrat menjadi glukosa oleh jamur asparagus oryzae kemudian glukosa diubah menjadi alkohol oleh jamur Saccharomyces cerevisiae, sedangkan rasa asam pada tapai terjadi karena alkohol diubah menjadi asam asetat oleh bakteri Acetobacter aceti.

Kebiasaan masyarakat Indonesia mengkonsumsi tape ketan hitam sebagai snack pada acara-acara tertentu seperti upacara adat, perayaan pernikahan dan perayaan hari besar keagamaan. Namun demikian tape ketan hitam juga pada beberapa daerah dijual secara bebas dipasar tradisional.

Seberapa Besar Sih Efek Tape Ketan Hitam Terhadap Penurunan Kolesterol?

#Berdasarkan beberapa penelitian tape ketan hitam memiliki potensi sebagai salah satu makanan fungsional sebagai antikolesterol. Hal tersebut dipengaruhi oleh senyawa antioksidan seperti Antosianin dan juga serat pangan. Penelitian yang dilakukan oleh nur et al (2020), pada 19 kelompok usia dewasa umur 35 tahun dengan memberikan 200 g perhari tape ketan hitam selama 30 hari menunjukkan penurunan kadar kolesterol LDL. Terjadi penurunan kadar kolesterol sebesar 14,00 mg/dL pada kelompok yang diberikan tape ketan hitam. Penelitian lain menyebutkan bahwa konsumsi antosianin meningkatkan konsentrasi kolesterol HDL sebesar 13,7% dan menurunkan konsentrasi kolesterol LDL sebesar 13,6% .

Kandungan Antosianin Pada Tape Ketan Hitam

Kadar antosianin pada Beras Hitam Ketan Fermentasi adalah 257 ppm atau setara dengan 257 mg antosianin dalam 1 kg Beras Hitam Ketan Fermentasi. Kita perlu mengerti mekanisme kerja kadar antosianin dalam meghambat kolesterol dimulai dengan antosianin menghambat suatu protein yang disebut dengan CETP (Cholesteryl ester transfer protein) yang kemudian dapat meningkatkan kadar HDL atau familiar disebut dengan kolesterol baik. Selain itu antosianin juga memiliki fungsi sebagai antiinflamasi yang bekerja dengan menghambat sitokin seperti tumor faktor nekrosis (TNF-α). Hal tersebut meningkatkan sensitivitas insulin, meningkatkan oksidasi asam lemak di hati, dan menghambat sintesis kolesterol oleh sel hati.

Kandungan Zat Gizi Makro dan Mikro Tape Ketan Hitam

Selain kandungan antioksidan, masih terdapat kandungan zat gizi seperti zat gizi makro dan mikro yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Tape ketan hitam dengan berat 100 gram memiliki kandungan Energi: 166 kkal, Protein : 3,80 gram, Lemak : 1 gram, Karbohidrat : 34,40 gram, Serat Pangan : 0,30 gram, Kalsium : 8 mg, Fosfor : 106 mg.

Tape ketan hitam dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif jajanan pengganti gorengan yang memiliki kandungan lemak lebih tinggi. Kandungan lemak tape ketan hitam lebih rendah daibandingkan dengan kandungan gizi cimol. Jika kita konsumsi 100 gram tape ketan hitam kandungan lemaknya 1 gram dan jika kita konsumsi cimol kandungan lemaknya sebesar 5,22 gram.  Bagi penderita asam lambung jumlah konsumsi tape ketan hitam perlu diperhatikan. Tape ketan hitam mengandung alkohol karena dapat memicu peningkatan asam lambung dan  mengiritasi lambung.

Yuk jangan ragu untuk konsumsi tape ketan hitam sebagai snack untuk menemani kegiatan sehari-hari kita.

Referensi

1. Qin Y, Xia M, Ma J, Hao Y.T, Liu J, Mou H.Y, Cao L, Ling W.H. Anthocyanin Supplementation Improves Serum Ldl- And Hdl cholesterol Concentrations Associated With The Inhibition Of Cholesteryl Ester Transfer Protein In Dyslipidemic Subject. The American Journal Of Clinical Nutrition. 2009 (3): 485-492.

2. Fauziyah, Roro Nur, Fitriani, Nurjannah, Surmita. Effect Of Fermented Glutinous Black Rice On Ldl Cholesterol Levels. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung. 2020 (12)1:139-148.DOI: https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v12i1.1759

Indahtul Mufidah ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *