Search in:

Mengenal Mekanisme Kerja Tubuh pada Rasa Kenyang dan Lapar

Setiap manusia membutuhkan energi untuk menjankan aktivitas sehari-hari, sistem tubuh untuk mengatur keseimbangan energi dipengaruhi oleh sensasi rasa kenyang dan lapar. Katika tubuh merasa membutuhkan energi maka akan timbul rangsangan lapar begitu juga sebaliknya jika tubuh sudah merasakan asupan energi cukup atau berlebih makan akan datang sinyal rasa kenyang. seperti yang biasa kita rasakan saat rangsangan lapar datang kita akan cenderung memakan makanan berupa snack ataupun makanan utama dan berhenti saat tubuh sudah merasakan rasa kenyang.

Pernahkah kalian membayangkan bagaimana sih mekanisme kerja rasa kenyang dan lapar ini pada tubuh kita ?

Yuk kita langsung membahas satu persatu bagamana mekanisme kerjanya tetapi sebelum itu kita perlu mengingat salah satu hadis Rasullulah SAW “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.

Hadis nabi tersebut mengingatkan kita untuk selalu menjaga keseimbangan asupan makanan dengan makan saat lapar dan berhenti saat kenyang.

Mekanisme Kerja Lapar Kenyang

Pusat kendali lapar dan kenyang terdapat pada bagian hipotalamus. Secara spesifik bagian hipotalamus memiliki suatu bagian yang berfungsi sebagai pengatur nafsu makan disebut dengan nukleus akuarta. Bagian nukleus akuarta terbagi menjadi dua bagian yaitu:

  1. Neuron atau saraf yang memproduksi suatu molekul protein yang disebut dengan Neuropeptida Y (NPY). Neuron tersebut memiliki fungsi akselerator yang bekerja untuk menstimulasi makan.
  2. Bagian neuron yang lain didekatnya yang memproduksi pro-opiomelanocortin (POMC) bekerja pada area otak yang sama dengan area NPY untuk menyebabkan inhibisi makan sehingga menurunkan nafsu makan.

Ketika salah satu neuron teraktivasi, maka neuron lain akan mengalami inhibisi atau penghambatan. Neuropeptida tersebut berfungsi sebagai komunikasi antar sel dalam pengolahan pesan yang diterima. Contohnya jika neuron NPY teraktivasi oleh penurunan kadar leptin, maka NPY yang disekresikan akan berikatan dengan reseptornya di neuron POMC (reseptor Y1) dan menyebabkan inhibisi terhadap aktivitas neuron POMC tersebut. Aktivitas neuron tersebut menyebabkan peningkatan nafsu makan dan memicu rasa lapar.

Peran Hormon dalam Mekanisme Lapar Kenyang:

1. HORMON GHRELIN

Hormon yang memiliki peranan krusial pada pengaturan lapar dan kenyang adalah hormon ghrelin dan leptin. Hormon ghrelin disebut juga dengan hormon lapar yang diproduksi sebagian besar di lambung. Ketika lambung kosong hormon ghrelin dikeluarkan ke aliran darah kemudian bergerak menuju ke hipotalamus dan akhirnya merangsang rasa lapar. Lambung akan memberikan rangsangan ketika makanan sudah memenuhi kebutuhan dan menurunkan kadar ghrelin. Selanjutnya hormon insulin dikeluarkan dari pankreas untuk bertugas sebagai homeostasis kadar glukosa darah.

2. HORMON LEPTIN

Saat tubuh mendeteksi adanya kelebihan energi dari asupan makanan maka akan merangsang hormon leptin yang diproduksi oleh sel adiposa. Kadar leptin dalam darah menggambarkan jumlah simpanan lemak trigliserida di jaringan lemak. Semakin banyak cadangan lemak maka semakin banyak leptin yang dilepaskan ke dalam darah. Kadar leptin yang meningkat dapat menimbulkan rasa kenyang dengan mekanisme jalur inhibisi terhadap NPY dan stimulasi terhadap POMC dan CART di nukleus arkuatus hipotalamus.

3. HORMON KOLESISTOKININ

Hormon lain yang berperan pada pengaturan makan yaitu Kolesistokinin merupakan salah satu hormon gastrointestinal yang disekresikan dari mukosa duodenum pada saat pencernaan makanan, terutama oleh adanya lemak. Kolesistokinin sebagai sinyal kenyang disampaikan ke nukleus traktus solitarius melalui jalur aferen.vagus.

4. GLUCAGON LIKE PEPTIDA 1 (GLP-1)

Hormon Glucose dependent insulinotropic peptide (GIP) dan Glucagon like peptide 1 (GLP-1). Hormon tersebut di produksi di sel L di usus halus dan usus besar yang dirangsang akibat adanya makronutrien yang masuk kedalam tubuh. Fungsi utama hormon ini adalah menstimulasi pengeluaran insulin saat gula di darah meningkat, menstimulasi aktivitas enzim untuk mencerna lemak, dan meningkatkan rasa kenyang.

5. HORMON PANCREATIC PEPTIDE YY

Hormon Pancreatic peptide YY atau peptida YY (PYY) Hormon ini di produksi pada bagian sel L usus halus tepatnya pada bagian akhir usus halus yang disebut ileum (usus penyerapan). Hormon ini memasuki aliran darah dan memberikan rangsangan saraf kemudian saraf memberikan informasi ke otak untuk memberikan efek rasa kenyang.

Sungguh besar kuasa Allah SWT yang sedemikian rupa mengatur keseimbangan energi kita dengan cara kerja lapar dan kenyang.

Indahtul Mufidah ed NH

Baca juga Hikmah Menggunakan Jari Saat Makan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *