Search in:

Mengenal Teknik Memasak dengan Konveksi Air

Memasak bagi sebagian orang merupakan suatu hobi, rutinitas ataupun juga menjadi sebuah pekerjaan. Secara definisi memasak merupakan kegiatan mengubah atau mentransformasikan suatu bahan makanan mentah menjadi bentuk yang berbeda.

Proses perubahan tersebut membutuhkan perantara berupa pemanas diperoleh dengan cara memindahkan energi dari sumber-sumber panas ke makanan, sehingga molekul yang terdapat pada makanan berubah cepat dan bereaksi ke bentuk dan struktur baru. Hantaran panas tersebut terbagi menjadi beberapa teknik yang didasarkan pada teori pengantaran panas yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

Penghantaran panas secara konveksi merupakan perpindahan kalor melalui zat penghantar yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat itu. Perpindahan panas selama konveksi dihantarkan oleh perubahan molekul dalam cairan seperti air, uap udara dan gas. Teknik memasak dengan konveksi air ini terdiri dari beberapa metode yaitu merebus (boliling), simmering, poaching, blanching dan stewing.

Yuk kita uraikan satu-satu penjabaran dari masing-masing teknik pemasakan tersebut :

1. Merebus (Boiling)

Teknik memasak ini merupakan teknik yang umumnya digunakan oleh masyarakat Indonesia dengan ciri khasnya yaitu memasak makanan di dalam air mendidih. Air yang mendidih sampai pada titik didih menyebabkan terjadinya terjadi vaporisasi (penguapan) cairan secara cepat. Selama proses perebusan terjadi 3 tahapan yang dilalui sesuai suhu perebusan yang bertingkat dari suhu panas yang rendah sampai ke suhu panas tinggi. Tiga tahapan tersebut yaitu nucleate, transition dan film boiling. Nucleate boiling adalah karakteristik perebusan yang baru dimulai dan mulai tampak gelembung air di permukaan.

Suhu perebusan yang ditingkatkan dapat memperbanyak jumlah gelembung. Tahapan film boiling terjadi selama proses perebusan sedang mengalami penguapan, kemudian sumber panas dihentikan secara tiba-tiba. Transition boiling adalah perebusan yang tidak stabil, hal ini terjadi karena suhu perebusan diubah-ubah antara suhu maksimum (nucleation) dan minimum (film boiling). Mekanisme kerja dalam teknik merebus dimulai dari air yang suhunya meningkat kemudian selanjutnya akan membentuk uap air. Uap air yang tertahan di dalam panci dapat meningkatkan tekanan udara yang mempercepat proses pemasakan bahan makanan. Memasak dengan metode merebus memiliki kelemahan dan kelebihan.

Keuntungan Memasak dengan Metode Merebus

  1. Bahan makanan menjadi lebih mudah dicerna
  2. Memperoleh flavor khas dari zat yang terkandung dalam bahan makanan
  3. Metode cukup aman dan sederhana, dapat membunuh bakteri pathogen

Kelemahan Memasak dengan Metode Merebus

  1. Kehilangan vitamin yang mudah larut dalam air
  2. Makanan terlihat kurang menarik apabila proses perebusan lama karena terjadi perubahan warna sayuran hijau menjadi kusam dan kekuning-kekuningan

2. Simmering

Contoh masakan sehari-hari yang menggunakan teknik memasak ini adalah soup. Simmering adalah teknik memasak makanan dalam cairan panas yang dijaga pada titik didih air yaitu rata-rata pada suhu 100°C (212°F). Kestabilan suhu air harus dijaga agar selalu stabil dengan cara mengecilkan api pada saat gelembung air mulai terbentuk pada awal air akan mendidih.

Keuntungan menggunakan teknik Simmering dalam memasak yaitu dapat menjamin makanan tersebut mengalami kerusakan tekstur. Ketika memasak sayur, simmer dilakukan untuk menunggu bahan yang dimasak matang dan agar bumbu masakan meresap ke dalam bahan makanan.

3. Poaching

Proses terjadinya poaching berada di antara simmering dan boiling yaitu proses merebus bahan makanan yang dilakukan dengan perlahan-lahan. Teknik memasak jenis ini membutuhkan panas sedang sehingga membentuk gelembung air kecil-kecil. Waktu pemasakan dengan teknik ini juga cenderung lambat yang memungkinkan bahan makanan menjadi setengah matang. Poaching sering dilakukan untuk memasak telur, ayam, ikan dan buah.

4. Blanching

Blanching merupakan salah satu teknik memasak yang memanfaatkan panas dari air yang telah mendidih dalam waktu cepat. Awal mulainya bahan makanan direndam dalam air panas mendidih selama 1-2 menit kemudian diangkat dan dicelupkan ke dalam air es untuk menghentikan proses pemasakan lanjut. Proses ini menjamin warna sayuran hijau tetap berwarna hijau setelah mengalami proses pengolahan. Sayuran jenis brokoli, buncis, wortel dan lain sebagainya dapat diolah dengan teknik memasak jenis ini yang selanjutnya disajikan untuk salad dan pendamping makanan pokok atau lalapan.

Referensi

Endang Mulyatiningsih. 2007. Teknik-Teknik Dasar Memasak. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Indahtul Mufidah ed NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *